PEMBERIAN IMUNISASI BCG PADA ANAK TERHADAP PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU
Abstract
Latar Belakang Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya pada anak. Anak usia dini memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna sehingga rentan terhadap infeksi TB. Salah satu upaya pencegahan TB pada anak adalah pemberian imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG) yang bertujuan untuk melindungi anak dari infeksi TB berat. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak usia 1–6 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukamanah Kecamatan Megamendung. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner skoring TB anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Populasi penelitian adalah anak usia 1–6 tahun sebanyak 4.800 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 98 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Dan Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 98 responden, terdapat 10 anak (10,2%) yang tidak mengalami TB dan tidak mendapatkan imunisasi BCG, 3 anak (3,1%) mengalami TB dan tidak mendapatkan imunisasi BCG, serta 85 anak (86,7%) tidak mengalami TB dan telah mendapatkan imunisasi BCG. Tidak ditemukan kejadian TB pada anak yang telah diimunisasi BCG. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai χ² hitung sebesar 20,235 lebih besar dari χ² tabel sebesar 3,841, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak usia 1–6 tahun di Puskesmas Sukamanah Kecamatan Megamendung. Imunisasi BCG terbukti berperan penting dalam mencegah kejadian TB pada anak.
.jpg)
