SELF-MANAGEMENT SEBAGAI DETERMINAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PENDERITA HIPERTENSI
Abstract
Latar Belakang Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronik yang menjadi penyebab kematian paling banyak di dunia, Hipertensi bertanggung jawab atas 12,8% atau 7,5 juta kematian di seluruh dunia, Self management merupakan kemampuan yang harus dimiliki seseorang dalam perawatan diri secara mandiri untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan untuk mengetahui Hubungan self management terhadap perubahan tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengen jenis korelasional. Pendekatan penelitian ini menggunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakn porpusive sampling dengan jumlah sampel 61 orang dari populasi 158 orang. Instrument yang digunakan menggunakan kuesioner self management dan tensi 200 Aneroid Sphygmomanometer & stethoscope OneMed. Analisis data menggunakan Spearman Rank. Hasil Dan Pembahasan Mayoritas responden penderita hipertensi adalah perempuan sebesar 77% dengan rentang usia 51-60 tahun sebesar 36,1%, self management berada pada kategori kurang dan tekanan darah sistolik (140-159 mmHg) sebesar 45,9%. Penelitian ini terdapat hubungan antara self managemen terhadap perubahan tekanan darah sistolik dengan Pvalue 0,025 (<0,05). Kesimpulan Self management yang kurang akan meningkatkan tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi, begitu sebaliknya jika self management dapat diterapkan dengan baik maka tekanan darah dapat terkontrol dalam batas normal
.jpg)
