PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP GANGGUAN TIDUR (INSOMIA) PADA MAHASISWA
Abstract
Latar Belakang Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum terjadi di kalangan mahasiswa, sering kali dipicu oleh stres akademik, jadwal tidur yang tidak teratur, ketegangan psikologis, dan paparan layar yang berlebihan. Tujuan Untuk mengevaluasi efektivitas terapi musik sebagai intervensi non-farmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi insomnia pada mahasiswa. Metode Tinjauan sistematis ini menganalisis sepuluh studi yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025, yang diidentifikasi melalui Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “Terapi Musik,” “Kualitas Tidur,” dan “Mahasiswa.” Ekstraksi data menekankan jenis musik, durasi intervensi, frekuensi, ukuran hasil, dan kepuasan tidur subjektif. Hasil Dan Pembahasan Dari 78 artikel yang di identifikasi pada awalnya, 10 studi memenuhi kriteria kelayakan dan dimasukkan dalam tinjauan sistematis ini. Intervensi terapi musik yang dijelaskan dalam studi-studi tersebut melibatkan tiga pendekatan utama: 1) sesi musik instrumental atau klasik dengan tempo lambat, 2) musik tradisional yang diadaptasi secara budaya, dan 3) sesi musik berbasis mindfulness atau relaksasi. Durasi dan frekuensi intervensi bervariasi, berkisar antara 30 hingga 45 menit per sesi, diberikan setiap hari atau beberapa kali per minggu selama periode 2 hingga 4 minggu. Kesimpulan Terapi musik merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diakses untuk mengurangi insomnia dan meningkatkan kualitas tidur di kalangan mahasiswa.
.jpg)
